Kali itu ketika memasuki kelas baru hanya asing yang dirasanya. Hanya beberapa yang diketahuinya. 
Kali itu ketika keluar dari kelas baru hanya lepas yang dirasanya. Seluruh dunianya kembali.
Kali lain ketika memasuki kelas itu perbincangan pertama membuka penasaran. Tak bermaksud mencari muka atau bahkan tebar pesona tapi dalam sekejap dia merasa dekat dengan laki-laki itu.
Mungkin suka atau mungkin hanya penasaran semata. Dia pun tak mengetahuinya.
Kali lain di luar kelas dia bertemu dengan laki-laki itu, menyapa pun tak mampu. Dan kemudian perbincangan lainnya tak terjadi lagi.


Kali lain dia semakin penasaran, laki-laki itu membuatnya begitu walaupun dia tak tahu namanya. Ah, nama memang tak penting. Yang penting adalah pertemuan-pertemuan selanjutnya.
Kali lain ketika dia memasuki kelas itu lagi dia tak merasa asing lagi, bahkan dunianya sekarang adalah kelas itu. 
Kali itu sepasang matanya mendapati sekilas pandang yang tertuju padanya dari dunianya. Kali itu dia semakin menyukai dunianya.
Kali lain pertemuan dengan laki-laki itu selalu menjadi mimpinya di setiap malam dan menjadi doanya dalam setiap kesempatan.


Karena hanya dengan pertemuan itu dia merasa hidup. Karena dengan pertemuan itu dunianya ada. Karena hanya dengan pertemuan itu perbincangan selanjutnya terjadi lagi. Bukan dengan kata yang terucap, hanya dari tatap mata yang malu-malu mencuri setiap kesempatan yang tercipta.


 // Padang-Padang Beach, Bali //